Projector adalah aplikasi stand-alone dari sebuah mevie yang
kita buat pada director
Pico Projector merupakan Proyektor yang paling kecil yang pernah
ada di dunia. Karena komponen dari alat ini sangatlah sederhana yang hanya
terdiri dari 3 laser utama yang menggunakan tekonologi laser LED, kemudian MEMS
CHIP , optik dan elektronika lainnya. Bila proyektor biasa (konvensional )
menggunakan jutaan cermin yang tersusun dalam sebuah cip (digital micromirror
devices) untuk membentuk sebuah gambar, tetapi PicoP ini hanya memproyeksikan
satu cermin berukuran mikroskopis saja yang tersusun dalam sebuah Chip
MEMS(micro-electro-mechanical-system).
Kegunaan
PicoP ini bekerja dengan menembakkan sinar laser lewat sebuah
cermin getar. Cermin getar itu lalu akan memantulkan sinar untuk menghasilkan
piksel yang memberi bentuk pada gambar.
Kemudian Masing-Masing Warna Pixel tersebut dihasilkan dengan
kombinasi pengaturan laser merah, biru dan hijau . Intensitas dari tiap sumber
cahaya yang bervariasi dapat menghasilkan corak bayangan dan warna yang
lengkap. Sebagai contoh, pixels merah memerlukan laser yang berwarna merah,
maka pada saat itu laser yang hanya berwarna merah yang dipakai sedangkan laser
hijau dan biru sementara dimatikan. Untuk mendapatkan pixel ungu, laser biru
dan merah dipakai sedangkan laser yang hijau sementara dimatikan. Begitulah seterusnya
untuk pengaturan warna pixel pada laser LED sehingga warna yang ditampilkan
bisa begitu teratur dan sempurna.
Kemudian Pixel warna tersebut diatur oleh suatu scanner
horizontal yang menggerakkan berkas cahaya itu, untuk ditempatkan ke dalam baris
pixel. Dan scanner vertical bertugas menggerakkan berkas cahaya itu naik dan
turun untuk menunjukkan di mana baris yang tersusun pixel itu digambar. Proses
ini berlangsung sampai suatu keseluruhan bidang baris telah tepat dan suatu
gambaran penuh tampak kepada si pemakai. Kemudian gambar bisa diproyeksikan
langsung menuju layar datar atau dinding untuk melihat hasil yang maksimal
Sejarah
LCD proyektor ditemukan di New York oleh Gene Dolgoff. Dia mulai
bekerja di dalam kampus pada tahun 1968 dan bertujuan untuk memproduksi sebuah
video proyektor yang dalam idenya akan membuat sebuah LCD yang lebih cerah
dibandingkan dengan 3-CRT proyektor. Ide tersebut untuk menggunakan elemen yang
disebut sebagai “cahaya katup” untuk mengatur jumlah cahaya yang melewati itu.
Hal ini akan memungkinkan penggunaan yang sangat ampuh untuk sumber cahaya
eksternal. Setelah mencoba berbagai bahan, dia menduduki kristal cair untuk
mengatur terang pada tahun 1971. Ia membawanya sampai 1984 untuk mendapatkan
addressable layar kristal cair (LCD), yang dibangun adalah ketika ia pertama di
dunia LCD proyektor. Setelah pemeriksaannya itu, dia melihat banyak masalah
yang harus dikoreksi termasuk kerugian besar. Dia kemudian menggunakan metode
baru untuk menciptakan efisiensi yang tinggi untuk menghilangkan tampilan pada
piksel. Ia mulai bekerja di Projectavision Inc pada tahun 1988, pertama kali
dunia LCD proyektor didirikan.
Pada tahun 1989, dia bergabung sebagai anggota Nasional Asosiasi
Produsen fotografi (NAPM) Standar Sub-komite, IT7-3, dia bersama dengan Leon
Shapiro, co-Ansi di seluruh dunia mengembangkan standar pengukuran dari
kecerahan, kontras samapai resolusi proyektor elektronik. Awalnya LCD yang
digunakan dengan sistem ada pada overhead proyektor. Tapi, LCD sistem tidak memiliki
sumber cahaya sendiri. Dengan susah payah dan beribu kegagalantanpa patah
semangat akhirnya mereka bisa sukses dan populer sampai sekarang ini. Mereka
memulainya dengan teknologi yang digunakan dalam beberapa ukuran dari belakang
proyeksi konsol televisi, LCD ini menggunakan sistem proyeksi di televisi set
besar adalah untuk memungkinkan kualitas gambar yang lebih baik sebagai
sanggahan satu televisi 60 inci, walaupun saat ini sebagai saingan utama dari
proyektor LCD adalah LG 100 inch LCD TV. Pada tahun 2004 dan 2005, LCD proyeksi
telah kembali datang denga fitur yang lebih lengkap karena penambahan yang
dinamis warna yang dianggap kontras yang telah meningkat hingga tingkat DLP.
Macam-Macam atau Jenis projector
LCD: Liquid Crystal Display
Untuk projector yang
berbasis LCD, pengolahan citra disaring melewati filter yang melalui tiga warna
primer merah, hijau, biru (RGB). Tiap-tiap dari citra yang masuk ke filter
dipancarkan ke LCD panel untuk di proses lagi. Pixel-pixel pada LCD panel akan
di aktifkan atau di non-aktifkan (sebagian atau seluruhnya) untuk melakukan
pemerataan brightness dan warna yang akan diperlukan untuk ditampilkan. Sebagai
contoh, untuk menampilkan warna ungu, maka LCD panel warna hijau akan di
non-aktifkan dan kemudian citra diolah menggunakan LCD panel warna biru dan
merah sehingga dapat terbuat warna ungu yang ingin ditampilkan.
Teknologi ini telah di
pakai sejak lama dan sudah cukup berkembang dengan baik. Oleh karena itu LCD
projector adalah tipe projector yang paling dominan dan paling sering dijumpai
di pasaran. LCD projector sudah memiliki kualitas yang cukup baik dalam
menghasilkan gambar untuk sebagian besar aplikasi yang ada.
DLP: Digital Light Processing
Teknologi DLP
dikembangkan oleh Texas Instruments, dengan basis teknologi Digital Micromirror
Device (DMD) chip yang terbuat dari jutaan cermin super kecil. Tiap cermin
digunakan untuk tiap pixel pada screen. Citra yang masuk kemudian akan diolah
ke dalam color wheel/disc dengan basis warna merah, hijau, dan biru (RGB).
Setelah itu citra melalui DMD, dan setiap cermin akan mereflesikan dalam
berbagai sudut dengan kecepatan yang sangat cepat citra-citra warna yang
dibutuhkan dalam penampilan suatu gambar pada screen.
Dengan perbandingan dan resolusi yang sama, sebenarnya projector
ini akan menampilkan gambar dengan pixel dan contrast yang lebih tinggi
dibandingkan dengan LCD projector. Oleh karena itu mengapa anda harus
mengeluarkan uang yang lebih untuk membawa pulang projector ini. Karena DLP
projector hanya menggunkan single DMD chip untuk memproses gambar, maka
projector ini dapat dikemas dengan bentuk yang lebih ringkas dan kecil,
rata-rata beratnya tidak mencapai 1 kg
LCoS: Liquid Crystal On Silicon
Banyak orang melirik
projector ini karena pada projector ini digunakan penggabungan antara LCD dan
DLP teknologi. Seperti pada LCD projector, citra yang masuk akan diolah pada
suatu filter dengan basis warna merah, hijau, dan biru (RGB). Kemudian citra
akan masuk ke liquid crystal panel yang akan merefleksikan warna-warna dan
brightness yang dibutuhkan untuk menampilkan gambar seperti pada DMD chip.
LCoS merupakan
projector terbaik dalam menghasilkan tampilan gambar pada screen dibanding
jenis projector lain. Namun dari semua jenis projector yang beredar di pasaran,
LCoS projector merupakan jenis projector paling mahal dan paling berat.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Setelah melihat dan mengetahui beberapa jenis projector yang
ada, apakah anda tetap masih bingung memilih mana yang paling cocok untuk anda?
Semua teknologi mempunyai keuntungan dan kerugian masing-masing. Begitu pula
dengan LCD, DLP dan LCoS juga mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.
LCD
Kelebihan Kekurangan
Tipe projector paling kuat Penggantian light bulb
yang cukup mahal
Menghasilkan warna yang sangat baik, dan panel warna dapat kita
tentukan sendiri Lebih mudah panas, membutuhkan ekstra pendingin
untuk menghindari gangguan pada projector akibat panas
Intensitas cahaya tinggi (lumens) Warna menjadi
kekuningan setelah 1000 jam pemakaian
DLP
Kelebihan Kekurangan
Contrast rasio yang sangat baik Sensitif terhadap
perubahan tegangan listrik
Lebih kecil dan compact ukurannya
Pengatur pixel yang sangat baik
LCoS
Kelebihan Kekurangan
Menayangkan gambar paling baik Lebih mahal dari
LCD, namun masih di bawah DLP
Paling besar diantara seluruh jenis ini



